Integritas Kepemimpinan dan Kesetiaan Orang Bugis Makassar
- Mar 29, 2023
- 2 min read

Bangsa yang kuat terbentuk bilamana falsafah, nilai serta adat istiadatnya selalu diajarkan dan terwariskan dari generasi ke generasi. Orang Bugis Makassar bahkan menganggap harga diri dan martabatnya tergantung pada sejauh mana kesetiaan dia menjunjung tradisi dan istiadat.
"Laki laki Bugis Makassar akan selalu pegang teguh harga dirinya dan menjaganya dengan integritas, saudara! Oleh karena itu, punna ero nu onjo onjo siriku saudara, a'tayangko antu badi ta'bbu, ampakinta'ko!" kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Karena itu, menurut Mentan Syahrul orang Bugis Makassar dikenal mempunyai sifat yang pemberani, tangguh, dan pantang menyerah. Sejak zaman perjuangan melawan penjajah, orang Bugis tipikal suku yang tidak kenal putus asa berjuang.
Hal itu tampak pula ketika ada orang Bugis Makassar diamanati jabatan dan kekuasaan. Menurut Mentan SYL, kepemimpinan orang Bugis berwatak pemberani, kuat, tangguh dan bertanggung jawab. Sebab di mana pun orang Bugis pantas menjadi pemimpin.
Di mata Mentan Syahrul, orang Bugis adalah orang yang tidak biasa berbuat sesuatu hanya untuk dirinya. Dia selalu memikirkan bagaimana menemukan harapan dan kebutuhan orang yang ada di sekitarnya.
Syahrul Yasin Limpo sendiri merupakan salah satu putra terbaik Bugis-Makassar yang diamanati Presiden Jokowi sebagai Menteri Pertanian 2019-2024.
Politisi Partai NasDem ini sebelumnya juga sukses memajukan daerah kelahirannya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan selama dua periode.
Orang Bugis tidak pantang menyerah dan selalu siap menghadapi tantangan.
“Hadapi laut itu, seberangi laut itu. Bahkan di tengah samudera, kalau ada badai menghadang. Jangan mau menyamping,” ujar Mentan SYL saat meluncurkan buku The SYL Way di Unhas pada 15 Maret lalu.
“Hadapi badai itu. Putar layarmu tujuh kali ke kanan, tujuh kali ke kiri. Kalau memang kamu tenggelam, itu karena takdir, bukan karena kamu,” lanjut dia.
Selain ada sosok pemimpin tangguh dalam diri orang Bugis, ia juga dikenal sebagai teman sejati. Ia bukan tipe bos yang duduk santai di kantor. Ia tidak membiarkan anak buahnya bekerja sendiri. Ia ikut turun, bekerja dan mengarahkan.
"Berteman dan bersaudara dan menjadi pemimpin orang Bugis-Makassar, anak buahnya tidak boleh cedera, anak buahnya tidak perang sendiri,” tambah dia.



Comments